wanna know me? :p

Foto saya
love singing, hiking, back packing, laughing and proud to be indonesian!

Quotes :)

“Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today.” “Laugh as much as you breathe and love as long as you live.” “It hurts to love someone and not be loved in return, but what is the most painful is to love someone and never find the courage to let the person know how you feel.” “Life is full of beauty. Notice it. Notice the bumble bee, the small child, and the smiling faces. Smell the rain, and feel the wind. Live your life to the fullest potential, and fight for your dreams.” “Intellectual growth should commence at birth and cease only at death”

Kamis, 24 Maret 2011

Selly Boneka Mecca

        Setelah manusia bosan, aku dibuang! kusam! aku ingat saat pertama kali aku diciptakan. aku cantik, disukai, dicintai. sekarang? luluh lantak, berantakan, sendirian, dan DI TONG SAMPAH! aku juga ingat ketika 'raisa' masih menyayangiku, menyisir rambutku setiap hari, memelukku saat ia terlelap, mengajakku bermain rumah rumahan dan memberiku semua cinta yang ia punya.
        Sekarang aku disini menanti ada orang yang baik hati yang mau mengambilku dan menyayangiku lagi. haaaah ..... mimpi bodoh! mana ada orang yang mau boneka sepertiku! tak ada harga!
        Ah ada orang! aku menjerit "ambil aku, ambil aku" lewat! ia lewat! ia tak mendengarku dan tak melirikku sama sekali. aku menangis (lagi)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
        sebulan aku berada di tong sampah, seorang pemulung memungutku. aku bahagia sekali. Ia memberikan aku kepada anaknya, mecca namanya. mecca senang denganku. Ia mencuciku hingga bersih, memelukku setiap malam, bermain denganku setiap pagi. sama seperti ketika baru baru bertemu denganku. terselip ada rasa takut akan perlakuan yang sama seperti raisa membuangku ke tong sampah. apa akan terulang? oh jangan tuhan aku mohoon, abadikanlah persahabatanku dengan mecca tuhan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      malam ini hujan deras, mecca tidur disampingku sambil menggigil. ya, malam ini sungguh dingin ditambah rumah mecca yang hanya terbuat dari kerdus. air merembes di dinding dinding rumah. aku basah dan mecca kedinginan.
       mecca terbangun sepertinya karena rasa kedinginannya yang luar biasa. ia melirikku, dan mengambil kain usang dari lemari yang terletak di sebelah kanannya. ia membasuhku dengan kain usang itu, mengipas - ngipas badanku agar kering. Ia sama sekali tak perduli akan kedinginan yang melandanya.
      Ia benar benar malaikat kecil. sadarku, hatiku merasa amat menyayanginya. namun tiba tiba wajahnya pucat. "ibu... ibu...." sambil memelukku ia berteriak memanggil ibunya. mecca pingsan, ia tergeletak sambil memegang erat aku.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

        pagi ini pagi terbiru,lebih menyakitkan dibanding pagi saat aku dibuang oleh raisa. malaikat kecilku ... pergi, pergi meninggalkanku. bendera kuning terpampang didepan gang. mecca telah tiada. Ia yang memberiku kehidupan kedua. 4 bulan aku bersamanya sangat tak cukup. malaikat itu telah pergi dijemput keabadian.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
         mecca telah menderita sakit lemah jantung sejak lahir. namun karena orang tuanya tak mapu ia hanya dirawat dirumah dengan fasilitas seadanya. penyakitnya sering kumat, ia sering pingsan dan hanya dibawa ke puskesmas terdekat karena dana yang benar benar terbatas.
          saat bermain denganku, ia sering berkata "hei selly jika aku besar nanti dan punya anak, kamu nanti aku kasih ke anakku ya?" begitu katanya.
          kini malaikat itu telah pergi. ia abadi dalam ingatanku, hatiku dan kenanganku. anak itu memberikan aku cinta yang sangat tak mungkin untuk aku yang boneka lapuk. ia abadi dalam setiap selipan hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar